Sabtu, 16 Mei 2020

4 Langkah Bagi Perbankan dalam Hadapi Risiko Krisis Akibat Covid-19

Tekanan Covid-19 bagi perbankan akan terasa dalam beberapa bulan ke depan. Mitigasi risiko jadi kunci penting hadapi tekanan tersebut agar terhindar dari krisis.
Mochammad Januar Rizki
Ilustrasi: BAS

Kondisi perekonomian nasional menghadapi risiko krisis di tengah ketidakpastian akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam dua bulan terakhir. Efek pandemi ini akan berpengaruh negatif terhadap kekuatan industri jasa keuangan khususnya perbankan ke depannya. Terkurasnya dana perbankan dan risiko kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) menjadi aspek-aspek yang wajib diperhatikan dalam pengelolaan mitigasi risiko perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana, mengatakan kondisi perbankan saat ini masih dalam keadaan stabil meskipun ada risiko tekanan di depan. Menurutnya, mitigasi risiko menjadi perhatian penting bagi bank saat ini. Dia menjelaskan berbagai sektor industri yang merupakan debitur-debitur perbankan terimbas pandemi Covid-19 sehingga mengurangi kemampuan membayar utang.

“Bank mulai mitigasi risiko dan pemantauan dampak-dampak selanjutnya seperti apa. Kalau DPK (dana pihak ketiga) landai, bank sudah nyalakan prinsip kehati-hatian. Bersyukur saat ini, NPL gross masih terjaga dan ada sedikit penurunan dibanding Februari dari 2,79. Namun, kami pahami bahwa buffer permodalan turun dibandingkan Februari,” jelas Heru, Jumat (15/5).

Dia menjelaskan setidaknya terdapat empat langkah bagi perbankan dan industri jasa keuangan, lainnya menghadapi risiko krisis akibat Covid-19. Pertama, perbankan harus mampu mengidentifikasi dampak Covid-19 terhadap sektor riil, pertumbuhan ekonomi, kinerja debitur dan aspek lainnya yang memengaruhi kesehatan perbankan. Kemudian, perbankan juga harus menyususn berbagai skenario dampak Covid 19 terhadap perekonomian dan efek rembetan pada kinerja perbankan.

Kedua, perbankan harus memitigasi risiko kredit dan kecukupan likuiditas. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memahami sektor ekonomi dan debitur terdampak beserta kinerjanya. Perbankan juga harus aktifkan sistem peringatan dini dan menyusun skenario restrustrukturisasi serta upaya penyelamatan debitur.

Ketiga, perbankan harus melaksanakan stress test kecukupan modal dan likuiditas. Sehingga, perbankan harus melakukan analisis skenario terhadap kebutuhan dan ketersediaan modal terkait dengan peningkatan risiko kredit. Kemudian, perlu dilakukan identifikasi gap likuiditas dan uji berbagai strategi tersebut.

Keempat, perbankan juga harus mengoptimalisasi pengelolaan portfolio dengan mengidentifikasi portfofolio yang rentan terpengaruh dan terdampak. Kemudian, perbankan juga harus optimalisasi alokasi modal dan ketersediaan likuiditas dan terapkan berbagai skenario krisis.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua