Jumat, 07 Agustus 2020

Benarkah Teknologi akan Mengambil Alih Pekerjaan In-House Counsel?

Disrupsi teknologi tak serta-merta mengakibatkan pekerjaan punah. Namun, pekerjaan akan berevolusi atau be redefined, sehingga akan muncul berbagai pekerjaan baru.
CT-CAT

Tidak sedikit in-house counsel dan berbagai profesi lain yang khawatir bahwa pekerjaan mereka akan segera digantikan oleh teknologi atau artificial intelligence.

 

Bersama Sudimin Mina, Software Asset Management & Compliance Director Microsoft Indonesia dan Reza Topobroto, Senior Legal Advisor to the CEO Indosat Ooredoo, Hukumonline Podcast episode kali ini mencoba mengubah mindset dunia bisnis terhadap disrupsi teknologi.

 

Meskipun perkembangan teknologi sudah dan akan terus mengambil alih tugas berbagai profesi, kemajuan ini tidak boleh dihindari atau ditakuti dan justru dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas manusia.

 

 

Penggunaan Teknologi oleh Pelaku Bisnis dan In-House Counsel

Pak Reza mengatakan bahwa di dunia profesi in-house counsel, salah satu imbas perkembangan teknologi adalah adanya contract management tools untuk memudahkan pembuatan kontrak bisnis.

 

Namun, penggunaan teknologi ini belum optimal, karena pelaku bisnis dan in-house counsel masih belum memiliki keyakinan terhadap teknologi. Padahal, penggunaan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan added value terhadap bisnis.

 

Kini, berbagai bisnis mulai menyadari peran penting teknologi. Bukan hanya untuk menghadapi imbas pandemi Covid-19 dan masa new normal, tetapi juga dalam menciptakan kemudahan berusaha secara umum.

 

In-house counsel dan berbagai profesi lain sebaiknya memiliki kerangka pikir yang inovatif dan terbuka terhadap penggunaan teknologi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam pekerjaan sehari-hari mereka.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua