Kamis, 01 October 2020

Cerita Advokat Terpapar Covid-19 Sembuh Lewat Terapi Plasma Konvalesen

Tjoetjoe mengimbau kepada para advokat agar selalu mematuhi protokol kesehatan setiap melaksanakan tugasnya. Jika ada advokat yang positif Covid-19, disarankan melakukan terapi Plasma Konvalesen.
Aida Mardatillah
Ilustrasi pengobatan pasien Covid-19. Hol

Sejak Juli 2020 lalu hingga kini, kasus positif Covid-19 terus meningkat yang menimpa aparat pengadilan. Tak terkecuali profesi advokat yang rentan penularan Covid-19 saat menangani perkara di pengadilan. Belum lama ini, beredar kabar beberapa advokat terpapar Covid-19, bahkan meninggal dunia diduga karena virus mematikan ini. Salah satunya pernah dialami Advokat Tjoetjoe Sandjaja Hernanto.  

Dalam kesempatan peluncuran buku berjudul Penatalaksanaan Terapi Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19, Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini berbagi pengalaman saat berjuang melawan penyakit Covid-19 selama 3 minggu. Alhasil, dia dinyatakan sembuh setelah mencoba menggunakan terapi Plasma Konvalesen di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta.    

“Covid-19 ini belum ada obatnya dan juga belum ada vaksinnya. Bersyukur, saya dinyatakan sembuh setelah menjalani terapi Plasma Konvalesen,” kata Tjoetjoe saat berbincang dengan Hukumonline, Selasa (29/9/2020). (Baca Juga: Advokat Terpapar Covid-19 dan Optimalisasi Sidang Elektronik)

Dia mengaku telah menjalani terapi Plasma Konvalesen selama 3 minggu. “Selama 3 minggu itu, saya dua kali menjalankan terapi Plasma Konvalesen. Biayanya per kantong plasma sebesar Rp 2,5 juta. Tapi, saya belum mengetahui apakah terapi ini di-cover BPJS kesehatan atau tidak,” kata dia.

Tjoetjoe menerangkan terapi Plasma Konvalensi bentuk vaksinasi pasif dari pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Kemudian disalurkan darahnya kepada pasien Covid-19 lain yang masih dalam keadaan positif Covid-19. Metode terapi Plasma Konvalesen ini menggunakan plasma darah pasien Covid-19 yang telah sembuh. Sebab, darah pasien Covid-19 yang telah sembuh mengandung kekebalan atau antibodi.

“Dengan terapi Plasma konvalesen ini diharapkan antibodi pasien Covid-19 yang sudah sehat bisa membantu pasien Covid-19 yang masih sakit untuk juga bisa disembuhkan,” terangnya.

Tjoetjoe mengimbau kepada para advokat agar selalu mematuhi protokol kesehatan setiap melaksanakan tugasnya memberikan jasa hukum kepada masyarakat. Jika sudah ada tanda-tanda atau gejala awal, harus segera dilakukan swab test. “Jika ternyata hasilnya positif Covid-19, saya menyarankan agar advokat melakukan terapi Plasma Konvalesen, karena sampai sekarang belum ada obat dan vaksin untuk Covid-19 ini,” kata dia.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua