Selasa, 26 November 2019

Cerai karena Cemburu dan Masalah Hak Asuh Anak

Cerai karena Cemburu dan Masalah Hak Asuh Anak

Pertanyaan

Saya menikah dengan suami saya selama 6 tahun. Selama 6 tahun suami saya hanya memberi nafkah sebanyak tiga kali dan yang diberikan pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Tapi waktu itu saya tidak terlalu mengindahkan, karena bekerja di bidang perbankan, sehingga dapat mencukupi kebutuhan sendiri. Setahun terakhir ini, setelah saya disuruh untuk berhenti bekerja, saya sering bertengkar. Alasannya saya dituduh berselingkuh dengan orang lain. Padahal saya tidak pernah melakukannya. Suami saya merampas ponsel saya pada bulan Maret lalu untuk membuktikan bahwa saya berselingkuh dengan menghubungi nomor-nomor teman saya di WA yang berisi obrolan berbau seks. Nomor ponsel tersebut juga sengaja tidak lagi terdaftar dengan NIK saya dan diganti dengan NIK suami agar saya tidak bisa memblokir nomor tersebut. Pertanyaannya, apakah isi WA tersebut bisa dijadikan bukti di pengadilan agama ketika sidang perceraian berjalan? Padahal saya merasa tidak pernah WA siapapun dari bulan Maret, karena ponsel dibawa suami saya. Apakah dengan bukti tersebut, bisa menjadikan saya kehilangan hak asuh anak? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Kecemburuan yang mengakibatkan perselisihan dan pertengkaran serta tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah-tangga dapat menjadi salah satu alasan dalam mengajukan gugatan perceraian, sebagaimana tergambar dalam Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 572/PDT.G/2010/PJAP.
 
Salah satu tolok ukur hak asuh atas anak dalam lingkup hukum Islam dapat dilihat dalam ketentuan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam yaitu pemeliharaan anak belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Selain itu, tidak ada tolok ukur jelas lain dalam menentukan siapa yang paling berhak dalam mendapatkan hak asuh atas anak.
 
Lalu, apa saja hal mendasar lainnya yang dapat diperhatikan dalam menentukan hak asuh atas anak? Apakah obrolan WhatsApp yang berbau seks akan menentukan kepada siapa hak asuh akan diberikan? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Sigar Aji Poerana mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Internasional.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua